Skip to main content

Hubungi

“You have enemies? Good. That means you've stood up for something, sometime in your life.”―Winston Churchill
If you keen to contact me regarding the articles I wrote here, please do directly commenting on that particular article (yes, I will reply to your argument!), or privately reach me out through this form.


Do contact me, if you have anything in mind to tell, or to share, or to critics, or to advise. I am open to any. And, don't forget to SUBSCRIBE weekly newsletter for a new article. I promise, I wouldn't SPAMMING your inbox.

Otherwise, if you want to connect through these social media, yes, do as you please. You might drop a message or two in my Inbox there.


Thanks!

Popular posts from this blog

Pengajaran Dari Sebuah Komik

Sejak kecil lagi, saya telah didedahkan dengan berbagai jenis komik bacaan ringan seperti Doraemon , Dewata Raya, Utopia, Naruto dan sebagainya. Namun ternyata saya lebih berminat untuk “mendalami” komik-komik Kung Fu karya penulis China seperti Tony Wong melalui karyanya Jejak Wira. Seperti biasa, kepulangan saya kali ini ke kampung halaman dalam misi menghabiskan beberapa buah Jejak Wira yang dibeli oleh abang semasa ketiadaan saya di rumah.

Ternyata plot ceritanya meskipun panjang dan tak pasti bila penghabisannya namun ia tetap tidak membosankan. Menjadi semakin menarik dan sukar bilamana ia melibatkan pergolakan politik dunia yang terang-terang menyebelahi siapa yang kuat dia yang menang.

Setelah “menelaah” kesemua komik muktabar ini saya seakan terpanggil untuk mengulas karya Tony Wong iaitu Jejak Wira yang mana saya kira ianya amat dekat dengan apa yang berlaku kini di dunia realiti.


Bagaimana para penguasa negara sanggup membutakan hati dan mata demi kepentingan nafsu mereka…

Homosexuals and The Idea of Abnormality

Once ago, my friend and me have a little chat about stuff—if not mistaken, we gossiping a hot Math teacher from Italy, and from where it began, we start talking about gay and LGBT.

The pinnacle of it was when my friend proudly declares the gay people is abnormal.

I just sit still, silent and stunned.

I should start somewhere. Here it is, for myself, to be abnormal is to be true to oneself. And it is a kind of freedom that I longingly seek and understand, that is to be true to yourself, to who you are.

It is a freedom to be able to against the flow. It is a freedom when we do not favor the external to validate ourselves. To do this, first, we have to be abnormal, in the eye of the many.

Anyway, I don’t mean to philosophize anything here. It is just a version of abnormality that I always think and perceived before, and luckily (no pun intended), that day comes when my friend bluntly declare homosexuality is abnormal.

And, I have to revisit my thought on abnormality.

I am OK with her…

Tentang Si Genius Adi Putra

Ini coretan ringkas awal Mac 2015, beberapa hari lagi sebelum kita akan tiba pada hari yang menandakan setahun hilangnya MH370 tidak ketemu. Coretan ini tentang Adi Putra, si genius cilik yang dulunya begitu popular, semua media mahu mendapatkan cerita tentangnya.

Kini, di mana Adi Putra? Kita bertanyakan soalan begitu kerana kerisauan kita adalah kisah Adi Putra ini akan menjadi senasib generasi genius Malaysia lain-lainnya. Tentulah kita berharap ianya tidak berlaku demikian.

Hari ini mStar kembali dengan cerita tentang si Adi Putra ini. Saya antara peminat beliau. Saya kepingin mahu bertemu dan berbual dengan Adi Putra. Saya mahu berkawan dengan beliau – dan belajar dengannya. Tapi, Adi di mana?

Jika membuat carian di Google, yang berderet keluar di halaman utama adalah kisah tentang Adi Putra, si pelakon layar teater. Untuk apa ambil tahu tentang si pelakon itu. Bukanlah mendapat apa-apa manfaat pun pada perkembangan akal dan ilmu pengetahuan. Entahlah.

Cerita mStar membuka episo…