Sunday, January 1, 2017

Cita-Cita Kerdil Nan Hina

Tirai 2016 berlabuh. Hari ini, kita bermula dengan tirai yang baru, 2017. Moga tahun ini terus melengkapkan nuansa diri kita menjadi manusia yang berguna, berprinsip dan membawa kebaikan kepada manusia seluruhnya.

Rangkap puisi O Me! O Life!, karya Walt Whitman mungkin mampu menyingkapi kepada kita jawapan kepada beberapa persoalan tentang hidup;

The question, O me! so sad, recurring—What good amid these, O me, O life?
Answer;
That you are here—that life exists and identity,
That the powerful play goes on, and you may contribute a verse.

Kita cumalah pemain yang kecil, yang ditugaskan untuk melengkapkan bahagian kita—tugas, tanggungjawab, amanah—di atas muka bumi ini, dengan matlamat akhirnya adalah membawa kebaikan kepada seluruh umat manusia.

Itulah frasa yang perlu kita mainkan, lengkapkan, dalam hidup kita di dunia ini; agar dengan itu pada akhirnya akan terhasil sebuah layar lakon yang serba indah dan saling melengkapi.

Pengakhiran 2016, saya secara peribadi bersua dengan pelbagai persoalan yang cukup berat, memenatkan, lantas terkadang datang hasutan jahat secara tak disengajakan untuk pergi jauh meninggalkan segala keserabutan tersebut.

Paling mudah, pergi jauh meninggalkan segala keserabutan tanggungjawab dan amanah tersebut—beban untuk berbuat baik dan menjadi manusia yang berbuat baik kepada manusia yang lainnya. Mungkin, pergi mengembara jauh dari sini.

Beban untuk berbuat sesuatu yang baik, agar ada dan tiadanya kita di sini, manusia kepingin pada kelibat dan sosok kita. Bukan pada sudut fizik, tetapi saya menulis pada hal yang bersangkutan meta—darihal sumbangan kebaikan, pada kemanusiaan, pada kasih sayang, pada kebijaksanaan dan keadilan.

Agar, segala cita-cita dan hal yang kita berbuat di muka bumi ini, tidaklah sekadar melingkar ketat pinggang kita, memboyot perut rodong kita cuma; tetapi jauh lebih bermakna, jauh lebih besar ertinya pada kemanusiaan seluruhnya.

2017 sepatutnya mengajar kita akan hal ini. Dari sekalian banyak masalah yang dunia kita hadapi—kemiskinan, kebuluran, peperangan, keruntuhan moral—janganlah sehari-harian kita terlalui akannya dengan rasa kenyang dan puas pada diri kita sendiri cuma.

Cita-cita yang sebegitu, yang tidak membawa manfaat kepada mereka yang lainnya, cukup-cukup kerdil lagi hina. Cita-cita yang padanya hanya mengenyangkan tembolok sendiri, cukup-cukup kerdil lagi hina.

Moga 2017, kita belajar menjadi manusia yang bercita-cita besar lagi mulia.