Skip to main content

Terima Kasih Ya ALLAH



ALLAH, Tiada Tuhan Melainkan Engkau!

Terima kasih atas nikmat Ramadan yang Engkau sampaikan kepadaku dan sekalian umat Islam serata dunia. Benarlah sabda kekasih-Mu, tiada yang lebih beruntung selain senantiasa diberkahi dengan nikmat Islam dan Iman.

Untuk sekian kalinya. kita dipanjangkan umur untuk bertamu dengan Ramadan. Biarkan Ramadan berbicara, usah kita bazirkan peluang ini untuk memperbaiki diri, merenung kembali setahun yang berlalu selepas Ramadan 1432H – menghitung diri yang tidak terkira silap dan mungkarnya.

Ini kerja yang tiada kesudahannya. Ianya akan berulang saban tahun. Cuma tinggal diri kita sahaja untuk menjadi bijak dengan Ramadan. Ramai teman mengungkapkan, Ramadan ini sama sahaja saban tahun kerana yang membezakan antara hari ini dengan Ramadan setahun yang lepas ialah natijahnya kepada diri kita selaku hamba Tuhan.

Dulu, saya pernah menulis sepatutnya Ramadan menjadikan saya yang bernilai 2 mampu menjadikan nilai itu bertambah kepada 3 atau seterusnya. Namun hakikatnya ia begitu mudah untuk ditulis di sini, untuk diwar-warkan dalam laman Facebook, untuk mendapat jumlah LIKE yang banyak dan mudah untuk menjadi modal bicara.

Tidak lain, kesaksian kepada natijah Ramadan itu bergantung kepada sejauh mana kebijakan kita mengaut ibrah Ramadan, kesungguhan memohon keampunan dan bertambahnya kualiti ibadah kepada Tuhan.

Ramadan itu serba rahmat. Moga Tuhan memberkati usia kita yang dipanjangkan untuk bertamu dengan Ramadan 1434H.

Terimalah usaha kami ya ALLAH. Terima kasih ya ALLAH!

Comments

Popular posts from this blog

Ketaksamarataan dan Kitaran Kemiskinan

Menelusuri lorong-lorong toko buku Palasari di Bandung, rata-rata kasir di kaunter kira uang adalah pria berusia lingkungan belasan tahun. Sepertinya di kota Jakarta, saya mengambil peluang itu berbual dengan mereka dan membuat teman dengan orang tempatan.

Tujuannya tidak lain, pertama untuk dijadikan sumber rujukan dan kemudahan di kawasan tersebut—selaku orang tempatan, dan seterusnya mendengar kisah mereka.

Dari Jakarta, ke Bogor, dan kemudiannya singgah di Bandung, dan lantas selepas itu ke Jogjakarta: kisah anak-anak pria berusia belasan tahun ini hampir serupa. Mereka mulai mencari uang menyara kehidupan dan keluarga seawal usia tamatnya Sekolah Dasar (SD).

Ke toko menjual batik di tengah hiruk-pikuk Jalan Malioboro, sehinggalah ke ceruk daerah Ciwidey, wajah-wajah polos pria berusia belasan tahun bekerja mencari uang menghiasi segenap ruang—saat anak-anak yang seusia dengan mereka lainnya sibuk memikul buku ke sekolah.

Keadaan begini sudah menjadi sangat biasa, bukan hal yang p…

Homosexuals and The Idea of Abnormality

Once ago, my friend and me have a little chat about stuff—if not mistaken, we gossiping a hot Math teacher from Italy, and from where it began, we start talking about gay and LGBT.

The pinnacle of it was when my friend proudly declares the gay people is abnormal.

I just sit still, silent and stunned.

I should start somewhere. Here it is, for myself, to be abnormal is to be true to oneself. And it is a kind of freedom that I longingly seek and understand, that is to be true to yourself, to who you are.

It is a freedom to be able to against the flow. It is a freedom when we do not favor the external to validate ourselves. To do this, first, we have to be abnormal, in the eye of the many.

Anyway, I don’t mean to philosophize anything here. It is just a version of abnormality that I always think and perceived before, and luckily (no pun intended), that day comes when my friend bluntly declare homosexuality is abnormal.

And, I have to revisit my thought on abnormality.

I am OK with her…

Tentang Si Genius Adi Putra

Ini coretan ringkas awal Mac 2015, beberapa hari lagi sebelum kita akan tiba pada hari yang menandakan setahun hilangnya MH370 tidak ketemu. Coretan ini tentang Adi Putra, si genius cilik yang dulunya begitu popular, semua media mahu mendapatkan cerita tentangnya.

Kini, di mana Adi Putra? Kita bertanyakan soalan begitu kerana kerisauan kita adalah kisah Adi Putra ini akan menjadi senasib generasi genius Malaysia lain-lainnya. Tentulah kita berharap ianya tidak berlaku demikian.

Hari ini mStar kembali dengan cerita tentang si Adi Putra ini. Saya antara peminat beliau. Saya kepingin mahu bertemu dan berbual dengan Adi Putra. Saya mahu berkawan dengan beliau – dan belajar dengannya. Tapi, Adi di mana?

Jika membuat carian di Google, yang berderet keluar di halaman utama adalah kisah tentang Adi Putra, si pelakon layar teater. Untuk apa ambil tahu tentang si pelakon itu. Bukanlah mendapat apa-apa manfaat pun pada perkembangan akal dan ilmu pengetahuan. Entahlah.

Cerita mStar membuka episo…