Monday, October 4, 2010

Jalan Keluar

Di penghujung,
ada harapan, seakan melilau,
petunjuk jalan keluar,
untuk diri penuh noda,
kepada sang Pembersih,
agar bila tiba saat,
diri ini datang mengadap-Nya,
datangnya penuh kehormatan,
seisi langit dan bumi,
tunduk segan pada diri ini…

Meski aku sedar kalam-Mu,
betah merubah nasib kami,
tanpa jerih kendiri kami,
namun, benar kata-Mu,
kami ini fakir jiwa,
kami ini fakir iman,
kami ini fakir segalanya
ke mana lagi kami mengharap,
selain terus merintih merayu,
ihsan keampunan-Mu,
benarkanlah aku keluar,
keluar dari kepompong noda dan dosa,
untuk mencari sedikit cebisan maghfirat,
untuk bekal perjalanan ku,
menuju destinasi abadi,
seperti janji-Mu…

Jika Rabiatul Adawiyyah takut mengulang janji,
kerna bimbang janjinya dimungkiri,
maka untuk aku di sini,
cukup sedar dengan kedaifan diri,
siapalah diriku dengan Rabiatul Adawiyyah,
meski janji ku pada-Mu tidak pernah dipenuhi,
berilah kekuatan terus kepada ku,
untuk terus melafazkan janji,
daripada diri ini terus terpalit noda,
ya tuhan yang Maha Mendengar…

Aku memohon keampunan-Mu,
tunjuk lah aku jalan keluar…

Bandar Baru Bangi,
11:05pm